Menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah selesai
tahiyyat, anda memberi salam dengan membaca:
Tampilkan postingan dengan label PANDUAN LENGKAP SEMBAHYANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PANDUAN LENGKAP SEMBAHYANG. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 November 2010
Senin, 15 November 2010
Duduk Tahiyyat
Setelah selesai membaca do sujud kedua, bangun dari sujud sambil membaca takbir
Sikap duduk pada tahiyyat pertama (Tawarruk,
keadaannya sama ketika duduk antara dua sujud menduduki kaki kiri, sedang kaki
kanan tegak dengan jarijari kaki menghadap kiblat). Lain dengan sikap duduk
pada tahiyyat kedua atau tahiyyat akhir (ifti-rasy, kaki kanan ditegakkan
dengan jari-jari kaki menghadap ke arah kiblat).
Sujud Kedua Pada Rakaat Kedua
Sikap dan bacaan pada sujud kedua pada rakaat kedua sama juga dengan sikap dan bacaan pada sujud-sujud sebelumnya.
Setelah selesai membaca doa duduk diantara dua sujud di lanjutkan dengan sujud kedua sambil membaca
Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:
Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:
Sujud Pertama pada Rakaat Kedua
Bacaan di dalam sujud ini sama dengan bacaan
pada sujud di rakaat pertama.
Sambil mengucapkan takbir
bersamaan dengan gerakan sujud
Bangun dari Ruku
Sama dengan I'tidal pada rakaat pertama, bangkit serta mengangkat kedua
tangan seraya membaca do'a i'tidal.
dilanjutkan membaca
dilanjutkan membaca
Ruku di Rakaat Kedua
Ruku di Rakaat Kedua
Gerakan dan bacaan paa ruku di rakaat kedua sama dengan rakaat pertama
BacaannyaBerdiri Pada Rakaat Kedua
Setelah selesai membaca doa sujud kedua, kemudian bankit dari sujud sampai berdiri sambil membaca
Sikap berdiri pada rakaat kedua sama dengan
sikap berdiri pada rakaat pertama, yaitu dengan bersedekap tangan ke dada, yang
kanan di atas yang kiri.
Sujud Kedua
Setelah selesai membaca doa duduk diantara dua sujud di lanjutkan dengan sujud kedua sambil membaca
Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:
Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:
Sujud Pertama
Gerakan selanjutnya setelah 'itidal adalah sujud. sambil mengucapkan takbir
bersamaan dengan gerakan sujud
Bacaan dalam sujud:
Subhaana rabbiyal a'la (3x)
(Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi_
Atau boleh juga membaca pujian seperti pujian
No. 2 dalam ruku yaitu:
I'tidal
I'tidal atau bangun dari ruku seraya mengangkat
kedua tangan membaca:
Sami'allaahu liman hamidah.
Rabaanaa walakal hamdu. (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang
memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji.")
Bagi orang yang telah lancar bacaannya, maka
pujian bangun dari ruku dapat diperpanjang dengan:
Ruku
Setelah selesai membaca ayat Al-Quran dilanjutkan dengan membaca
dilanjutkan dengan gerakkan ruku dengan posisi seperti gambar di bawah ini :
dilanjutkan dengan gerakkan ruku dengan posisi seperti gambar di bawah ini :
Al Fatihah
Seudah ta'awwudz, lalu
membaca surah Al Fatihah. membaca surah Al Fatihah pada setiap rakaat solat
(wajib/sunnah) hukumnya wajib.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi
rabbil'aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki
yawmiddiin Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin Ihdinash
shiraathal mustaqiim Shirathal ladziina an'amta
alaihim gahiril maghdhuubi'alaihin waladh dhaalliin Aaamiin
Doa Iftitah
Selesai membaca takbiratul ihram, tangan
langsung disedekapkan ke dada. Yang kanan menghimpit tangan kiri, pergelangan
sejajar dengan pergelangan. Kemudian membaca doa iftitah (doa permulaan dan
atau doa pembuka) yaitu:
Praktik Solat
Sesudah mempunyai air wudhu' dan siap untuk
solat, maka kita segera dapat memulainya dengan urutan sebagai berikut.
Berdiri tegak lurus dengan menghadap ke arah
kiblat, disertai dengan niat: "Aku solat...(zuhur, misalnya), wajib kerana
Allah". "Usalli fardhu...(Zhuhrii), lillahii ta'ala"
Takbiratul Ihram dilakukan dengan mengangkat
kedua tangan sampai menyentuh telinga diiringi dengan membaca:
Allahhu Akbar (Allah
Maha Besar) (1x)
Ucapan "Allahhu Akbar"
disebut Takbiratul Ihram (hukumnya wajib) kemudian pada saat peralihan
gerak atau sikap, sangat dianjurkan mengucapkan takbir "Allahhu
Akbar". Yang perlu diperhatikan, apabila takbir dilakukan dalam
keadaan berdiri, maka sebaiknya pengucapan takbir ini disertai dengan
mengangkat kedua tangan seperti pada sikap takbiratul ihram. Dan apabila
perpindahan gerak atau sikap terjadi dalam keadaan duduk, maka ucapan takbir
tidak perlu disertai dengan mengangkat kedua tangan. Semua ucapan takbir dalam
shalat hukumnya sunnat, kecuali takbir yang pertama yaitu takbiratul ihram.
Langganan:
Postingan (Atom)





























